Senin, 28 Mei 2012

Jenis Ayam Ketawa


Jenis Ayam Ketawa

Pada umumnya ayam bersuara unik memiliki sejumlah jenis berdasarkan warnanya, yakni bakka, lappung, ceppaga, korro, ijo buota, dan bori tase’.

  1. Bakka yaitu ayam ketawa bewarna dasar putih mengkilap dengan dihiasi dasar hitam, oranye, dan merah. Kakinya bewarna hitam atau putih. Ayam jenis ini dipercayai mampu membawa keberuntungan bagi pemiliknya.
  2. Lappung, ayam ini bewarna dasar hitam dengan sedikit warna merah hati. Ayam jenis ini dipercaya bisa mendatangakan harta, sesuai artinya "lappung" dalam bahasa Bugis berarti menampung harta.
  3. Ayam ceppaga, memiliki warna dasar hitam dihiasi bulu hitam dan putih. Ceppaga adalah nama desa di Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, yang merupakan asal ayam yang dipercaya bisa membawa keuntungan dan rejeki berlimpah ini.
  4. Korro. Ayam ini bewarna dasar hitam dengan dihiasi bulu hijau, putih dan kuning mengkilap. Ayam ini dipercaya mampu menunjukkan keberadaan rezeki kepada pemiliknya.
  5. Ayam ijo buota memiliki warna dasar hijau dihiasi merah, diselingi warna hitam di bagian sayap. Kakinya bewarna kuning. Ijo Bouta sendiri bermakna membuat harta bisa bertahan lebih lama.
  6. Dan yang terakhir adalah Bori Tase’, ayam ketawa bewarna dasar bulu merah dan dihiasi bintik kuning keemasan. Ayam ini juga dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan dan rezeki.

http://www.bisniskeuangan.kompas.com/Nonton.Ayam.yang.Dipaksa.Ketawa/

http://makasar.olx.co.id/jual-ayam-ketawa/

Ayam Ketawa


MAGELANG, KOMPAS.com — Sekilas tidak ada yang istimewa dengan ayam ini. Bentuk, warna, dan ukuran sama dengan ayam kampung pada umumnya. Namun, siapa sangka ayam ini bisa bersuara unik mirip orang tertawa.

Itulah sebabnya disebut ayam ketawa. Ayam ketawa merupakan ayam yang berasal dari daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sekitar 184 kilometer dari Makassar.

Dari daerah asalnya, ayam ini dinamakan ayam manugaga. Manu artinya ayam dan gaga artinya gagap atau ayam yang tergagap-gagap.

Selain bisa tertawa, ayam ini juga bisa mengeluarkan suara seperti lagu dangdut, slow rock, bahkan rock. Menurut kepercayaan masyarakat Bugis, ayam ini juga bisa membawa keberuntungan.

Maka tidak heran, bila harga jual ayam ketawa ini sangat mahal hingga puluhan juta rupiah. Saat ini banyak yang memburu ayam ketawa untuk dipelihara sendiri atau dijual lagi.

Pada beberapa kesempatan, ayam ini juga dilombakan. Salah satu pelaku usaha ayam ketawa adalah Suhardjo (54), warga Dusun Bayanan, Banjarnegoro, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Usaha yang ditekuni merupakan usaha sampingan karena sehari-hari ia bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Kesbangpolinmas Kota Magelang. Bisa dibilang Suhardjo orang pertama di Kota Magelang yang memiliki usaha ini.

Suhardjo menceritakan, awal mula menekuni usaha ini secara tidak sengaja. Suatu sore ketika ia sedang beristirahat di halaman belakang sambil memandangi bekas kandang burung cucak rowo.

"Waktu itu saya berpikir, mau diapakan kandang yang sekarang sudah kosong ini. Tiba-tiba istri saya memanggil dan bilang di televisi sedang disiarkan soal ayam ketawa," katanya. Ia pun segera menyimak acara di televisi.

"Saat itu juga insting bisnis saya langsung timbul. Wah, boleh juga nih," pikirnya saat itu. Secara kebetulan, kantor tempatnya bekerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (sebelum dipindah ke Kesabangpolinmas) memberi tugas kepadanya untuk tugas mencari lahan transmigran di daerah Sulawesi.

Maka, ia pun berangkat menunaikan tugas di sana. Setelah tugas selesai, ia pun meneruskan perjalanan ke Sidrap untuk "berburu" ayam manugaga. Karena waktu itu hanya membawa uang Rp10 juta, ia hanya memdapatkan ayam manugaga 17 ekor bukan indukan.

Maka mulailah ia beternak ayam ketawa. Setelah beberapa lama, ia kembali berpikir, kapan ayam ini bisa bertelur karena masih kecil-kecil. Dua bulan sejak ia membeli, ia kemudian menjual seluruh ayam miliknya.

"Waktu itu, ayam sudah laku Rp 21,5 juta. Jadi dalam tempo dua bulan, saya untung Rp12,5 juta," kata suami dari Dwi Sawitri ini.

Hasil penjualan itu kemudian dibelikan lagi ayam ketawa indukan. Saat ini, ia memilik 11 ayam ketawa betina dan 5 ayam ketawa jantan.

Dari jumlah ayam yang dimiliki saat ini, ia sudah mulai menuai hasil. Karena ayam sudah berkali-kali bertelur dan menetas.

Untuk ayam dengan umur 0 minggu (kuthuk), harganya mencapai Rp 300.000 per ayam. Pesanan terus berdatangan bahkan ia kewalahan melayani pembeli.

"Kalau ada yang mau beli harus inden dulu sampai dua bulan karena harus antre," kata ayah dari dua putra dan kakek dari dua cucu ini. Suhardjo berprinsip, karena ini bisnis makhluk hidup, ia tidak mau menerima uang muka lebih dulu. Uang baru ia terima bila ayam benar-benar sudah menetas.

"Pernah saya terima uang muka dan sisanya diberikan kalau ayam sudah menetas. Ternyata, ayam itu tidak menetas, jadi saya kembalikan lagi uangnya," kata pria kelahiran Yogyakarta ini.

Hampir setiap minggu, ayam ketawa yang dimilikinya bertelur dan menetas. Dalam kurun waktu itu, ia bisa memperoleh hasil minimal Rp 6,5 juta.

http://www.bisniskeuangan.kompas.com/Banjir.Rupiah.karena.Ayam.Ketawa/

Minggu, 27 Mei 2012

I Love You More Than All The Stars On The Sky


I love you more than all the stars in the sky.
I love you more as each moment passes us by.
I love you more with every breath I take.
I love you more with each promise we make.
I need you like a flower needs the rain.
I need you for you can wash away my pain.
I need you more each day
I need you for you are so wonderful, in every single way.

I miss you more than ever now.
I miss you because I really need you somehow.
I miss you and your touch.
I miss you for to me, you mean so much.

I want you to caress my lips the way you always do.
I want you to look into my eyes and see my love for you.
I want you to hold me close to your heart.
I want you to know that I love you, need you, miss you, and want you
And I have for every single moment, right from the start.

http://www.blogobo.com/read/7160/0/

Minggu, 20 Mei 2012

Pengusaha Es Krim Kab.Probolinggo



alhamdulillahirabbil alamiin
detik ini saya masih sempat berbagi tulisan .
kali ini saya akan menampilkan hasil dokumentasi saya dan rekan-rekan kelompok saya mengenai wawancara dengan pengusaha usaha es krim di kab. probolinggo

berikut profil pengusaha -----------------------------------------------------

narasumber : bpk. syaifuddin zuhri
alamat : probolinggo, jawatimur
pekerjaan : wiraswasta + pegawai pabrik
nama usaha : usaha es krim ( D'Raos eskrim)
alamat web : http://www.draos.wordpress.com/

-------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------

Pewawancara : “Assalamu’alaikum, Pak”.
Narasumber : “Wa’alaikum salam”.
Pewawancara : “Perkenalkan kami dari SMA Taruna akan mewawancarai bapak mengenai usaha eskrim yang sudah bapak tekuni. Apa kedatangan kami mengganggu bapak?”
Narasumber : “Tidak mengganggu, Dik”.
Pewawancara : “Kalau begitu langsung saja kami mulai wawancaranya. Sejak kapan bapak merintis usaha eskrim?”.
Narasumber : “Sejak tahun 2008”.
Pewawancara : “Siapa yang pertama kali membuat resep eskrim bapak?”.
Narasumber : “Saya sendiri yang membuat resepnya. Saya mencoba melakukan berbagai eksperimen di rumah, dan saat itu adalah pertama kali saya mencoba membuatnya”.
Pewawancara : “Ada berapa macam eskrim yang bapak produksi?”.
Narasumber : “Ada dua jenis eskrim yang saya produksi, yaitu soft eskrim dan hard eskrim. Pada soft eskrim ada tujuh macam rasa, antara lain vanilla, stroberi, coklat, kopyor, kacang hijau, durian, dan leci. Rasa dari hard eskrim juga sama, nanti tergantung pelanggan mau minta yang mana”.
Pewawancara : “Apa yang membedakan soft eskrim dengan hard eskrim?”.
Narasumber : “Soft eskrim itu eskrim lembut yang pengolahannya langsung dengan mesin dan untuk mengambilnya tidak harus dengan sekop, kalau hard eskrim itu eskrim keras yang cara mengambilnya ngoyo, harus disekop”.
Pewawancara : "Nama apa yang bapak berikan untuk produk eskrim yang bapak buat?”.
Narasumber : “Saya memberinya nama D’Raos Ice Cream”.
Pewawancara : “Dimana saja bapak memasarkan produk eskrim itu?”.
Narasumber : “Eskrim ini sudah saya pasarkan secara online, juga sudah ada beberapa cabang yang tersebar di Indonesia. salah satunya di Probolinggo sendiri ada di Leces, kemudian di Jember, dan beberapa provinsi di Indonesia”.
Pewawancara : “Apa yang menjadi inspirasi bapak dalam membuat dan menjadi pengusaha eskrim?”.
Narasumber : “Bermula dengan menghilangkan perasaan khawatir akan gagal dalam monopoli produk eskrim yang ada di Indonesia. Maka dari itu, saya berniat untuk membuat eskrim yang berbeda dengan memberikan variasi rasa yang banyak dan pastinya berbeda dengan eskrim yang sudah ada”.
Pewawancara : “Berapa omset penjualan eskrim bapak dalam sebulan?”.
Narasumber : “Tidak menentu, tergantung musim. Jika musim panas penjualan ditambah dan akan cepat habis, secara otomatis laba yang kami terima juga meningkat. Tapi kalau musim hujan penjualan eskrim akan lama terjual, dan menyebabkan omset penjualan menurun”.
Pewawancara : “Kami rasa informasi yang telah kami dapatkan sudah cukup banyak. Atas nama kelompok kami mengucapkan terima kasih. Assalamu’alaikum”.
Narasumber : “Wa’alaikum salam”.

-------------------------------------------------------------------------------------
-------------------------------------------------------------------------------------

Jumat, 04 Mei 2012

Lovebird si Burung Cinta


Salah satu daya tarik lovebird adalah karena warnanya yang indah. Oleh karena itu, dalam pengembangbiakan lovebird biasanya direncanakan suatu pengembangbiakan lovebird dengan pola warna tertentu.

Hal ini memang memungkinkan dan sudah banyak yang berhasil mengembangbiakkan lovebird dengan warna-warna tertentu. Biasanya warna-warna yang langka akan membuat harga lovebird menjadi sangat tinggi.

Dalam merencanakan warna bulu pada pengembangbiakan lovebird tidak dapat dilepaskan dari hukum genetik. Secara umum, demikian disebutkan Siti Nuramaliati Prijono dalam buku berjudul Lovebird, telah diketahui bahwa dari pasangan yang dikawinkan maka sifat anak-anak 50% meniru induk betina dan 50% meniru induk jantan. Dengan kata lain sifat anak merupakan perpaduan setengah sifat induk jantan dan setengah sifat induk betina. Sifat-sifat yang diturunkan ini pun masih dipengaruhi oleh sifat resesif dan sifat dominan yang dimiliki oleh pasangan yang dikawinkan.

Untuk menentukan sifat resesif dan dominan ini dapat diperkirakan setelah suatu pasangan yang berlainan sifatnya (dalam hal ini warna bulu) menurunkan dua-tiga periode keturunan. Bila keturunan pada periode-periode tersebut cenderung mempunyai hasil yang relatif sama maka dapat diperkirakan sifat dominan dan resesif yang ada pada induk jantan dan atau induk betina. Berdasarkan pengalaman-pengalaman inilah kemudian dapat disusun program perencanaan warna bulu pada anak lovebird dari pasangan-pasangan yang dipelihara.

Berkaitan dengan pengembangbiakan lovebird untuk mendapatkan warna bulu yang berbeda maka pengetahuan dasar mengenai genetik sangat penting diketahui oleh penangkar. Dengan pengetahuan dasar genetik tersebut memungkinkan penangkar untuk mengawinsilangkan lovebird sehingga dapat diperoleh anak lovebird dengan warna bulu yang diinginkan.

Lovebird bisa diternak setelah memasuki usia diatas 7 bulan. Pilihlah Lovebird yang sehat dan tidak cacat sebagai calon indukan dan berusia relative masih muda karena Lovebird yang sudah berumur diatas 3 tahun biasanya sudah tidak terlalu produktif. Untuk mendapatkan kriteria seperti diatas, sebaiknya kita langsung membeli dari peternak yang sudah kita kenal. Untuk memacu birahi, selain kwaci, tambahkana makanan extra berupa toge, jagung muda dan sawi. Ketiga jenis sayuran ini terbukti berguna untuk mendongkrak birahi Lovebird.
PERMASALAHAN DALAM BETERNAK LOVEBIRD

1. Tidak Mau Jodoh
Sering kita merasa kesal karena indukan yang ingin kita jodohkan ternyata tidak mau bersatu. Hal ini bisa disebabkan karena beberapa hal, al: keduanya berjenis kelamin sama, belum memasuki masa birahi, situasi atau lingkungan yang kurang mendukung.
2. Telur Tidak Menetas
Telur tidak meneteas bisa disebabkan oleh beberpa hal al: Indukan yang mandul, kurang nutirisi, telur tidak dierami indukan, infeksi bakteri, dan lain-lain. Sering dijumpai dalam satu tetasan, ada 1 atau 2 telur yang tidak menetas. Ini adalah hal yang wajar dan tidak perlu di khawatirkan. Biasanya telur yang tidak menetas itu adalah telur yang terakhir. Menurut literature yang saya baca, bahkan di alam sekalipun, tidak semua telur bisa menetas.
3. Cacat Kaki
Sering kita jumpai anak Lovebird yang kakinya tidak bisa berdiri dan mencengkeram dengan sempurna serta cenderung miring ke samping. Hal ini disebabkan karena bahan sarang yang ada didalam sangkar kurang mencukupi sehingga Lovebird tidak mempunyai dasar berpijak yang tidak licin. Kebanyakan kasus ini dijumpai pada glodok yang beralaskan papn triplek. Hindarilah menggunakan bahan ini dan gunakan papan yang belum diserut sebagai bahan dasar glodok.

sumber:
http://gudangburung.blogspot.com
http:// lovebirdcantik.blogspot.com/2011/)

translate

followers

 

Blogger news

Blogroll

Wirausaha tanpa modal,malah dapat uang
Diberdayakan oleh Blogger.