
lovebird itu burung yang paling menarik bos..
kenapa kok menarik???
dari segi bentuknya yang imut, warna, ocehan, tingkah laku, dan semuanya menarik boss....
anda tidak percaya???buktinya . harga lovebirdpun melejit dari 350ribu s/d jutaan...
perawatan lobird ini juga mudah bos, makanannya pun cukup simpel..
yang penting harus ada biji bijian, misalnya milet jewawut (yang biasa buat pakan perkutut),biji bunga matahari/ kuaci dan selanjutnya adalah air minum (haha.yo mesti to)
makanan tambahan / extra-fooding yang biasa diberikan itu sayur2an, misalnya jagung muda,taoge/kecambah, kangkung (buat mempercepat birahi),
berikut ini saya tampilkan video2 lovebird..
I LIKe lOVEBIRD... DONT YOU LIKE IT???
Home » Posts filed under Burung Berkicau
Kamis, 14 Juni 2012
video lovebird
Jumat, 04 Mei 2012
Lovebird si Burung Cinta
Salah satu daya tarik lovebird adalah karena warnanya yang indah. Oleh karena itu, dalam pengembangbiakan lovebird biasanya direncanakan suatu pengembangbiakan lovebird dengan pola warna tertentu.
Hal ini memang memungkinkan dan sudah banyak yang berhasil mengembangbiakkan lovebird dengan warna-warna tertentu. Biasanya warna-warna yang langka akan membuat harga lovebird menjadi sangat tinggi.
Dalam merencanakan warna bulu pada pengembangbiakan lovebird tidak dapat dilepaskan dari hukum genetik. Secara umum, demikian disebutkan Siti Nuramaliati Prijono dalam buku berjudul Lovebird, telah diketahui bahwa dari pasangan yang dikawinkan maka sifat anak-anak 50% meniru induk betina dan 50% meniru induk jantan. Dengan kata lain sifat anak merupakan perpaduan setengah sifat induk jantan dan setengah sifat induk betina. Sifat-sifat yang diturunkan ini pun masih dipengaruhi oleh sifat resesif dan sifat dominan yang dimiliki oleh pasangan yang dikawinkan.
Untuk menentukan sifat resesif dan dominan ini dapat diperkirakan setelah suatu pasangan yang berlainan sifatnya (dalam hal ini warna bulu) menurunkan dua-tiga periode keturunan. Bila keturunan pada periode-periode tersebut cenderung mempunyai hasil yang relatif sama maka dapat diperkirakan sifat dominan dan resesif yang ada pada induk jantan dan atau induk betina. Berdasarkan pengalaman-pengalaman inilah kemudian dapat disusun program perencanaan warna bulu pada anak lovebird dari pasangan-pasangan yang dipelihara.
Berkaitan dengan pengembangbiakan lovebird untuk mendapatkan warna bulu yang berbeda maka pengetahuan dasar mengenai genetik sangat penting diketahui oleh penangkar. Dengan pengetahuan dasar genetik tersebut memungkinkan penangkar untuk mengawinsilangkan lovebird sehingga dapat diperoleh anak lovebird dengan warna bulu yang diinginkan.
Lovebird bisa diternak setelah memasuki usia diatas 7 bulan. Pilihlah Lovebird yang sehat dan tidak cacat sebagai calon indukan dan berusia relative masih muda karena Lovebird yang sudah berumur diatas 3 tahun biasanya sudah tidak terlalu produktif. Untuk mendapatkan kriteria seperti diatas, sebaiknya kita langsung membeli dari peternak yang sudah kita kenal. Untuk memacu birahi, selain kwaci, tambahkana makanan extra berupa toge, jagung muda dan sawi. Ketiga jenis sayuran ini terbukti berguna untuk mendongkrak birahi Lovebird.
PERMASALAHAN DALAM BETERNAK LOVEBIRD
1. Tidak Mau Jodoh
Sering kita merasa kesal karena indukan yang ingin kita jodohkan ternyata tidak mau bersatu. Hal ini bisa disebabkan karena beberapa hal, al: keduanya berjenis kelamin sama, belum memasuki masa birahi, situasi atau lingkungan yang kurang mendukung.
2. Telur Tidak Menetas
Telur tidak meneteas bisa disebabkan oleh beberpa hal al: Indukan yang mandul, kurang nutirisi, telur tidak dierami indukan, infeksi bakteri, dan lain-lain. Sering dijumpai dalam satu tetasan, ada 1 atau 2 telur yang tidak menetas. Ini adalah hal yang wajar dan tidak perlu di khawatirkan. Biasanya telur yang tidak menetas itu adalah telur yang terakhir. Menurut literature yang saya baca, bahkan di alam sekalipun, tidak semua telur bisa menetas.
3. Cacat Kaki
Sering kita jumpai anak Lovebird yang kakinya tidak bisa berdiri dan mencengkeram dengan sempurna serta cenderung miring ke samping. Hal ini disebabkan karena bahan sarang yang ada didalam sangkar kurang mencukupi sehingga Lovebird tidak mempunyai dasar berpijak yang tidak licin. Kebanyakan kasus ini dijumpai pada glodok yang beralaskan papn triplek. Hindarilah menggunakan bahan ini dan gunakan papan yang belum diserut sebagai bahan dasar glodok.
sumber:
http://gudangburung.blogspot.com
http:// lovebirdcantik.blogspot.com/2011/)
Jumat, 27 April 2012
Mengatasi Stress Burung Parkit
- Berilah alas kandang atau sangkar berupa kertas koran bekas agar kotoran yang lembap segera dapat terserap dan setiap hari diganti dengan kertas koran yang bersih.
- Pakan burung parkit adalah berupa biji-bijian berkulit karena suka menyisil (makan sambil mengupas biji). Burung ini paling suka pada millet, yaitu sebangsa jewawut yang agak besar berwarna putih. Millet ini sebagai sumber protein (nabati), karbohidrat, dan lemak.
- Berikan pula setiap hari jagung segar yang muda (masih dengan jonggolnya), kecambah (tauge) yang segar, atau kedua-duanya. Dapat pula diberikan sayuran segar yang lainnya karena kecuali sebagai sumber vitamin dan mineral pakan segar tersebut dimaksudkan pula sebagai sumber air.
- Burung parkit tidak perlu diberi minum khusus karena kebutuhannya telah dicukupi dari sayuran segar tadi.
- Apabila parkit diberi air minum khusus cenderung meminum berlebihan (sebentar-sebentar minum). Hal ini dapat menyebabkan kembung air (water bloating) dan ini merupakan titik awal timbulnya penyakit pencernaan seperti indisgesi dan regang lambung (distensia) yang dapat menyebabkan parkit tidak dapat makan dan mati.
- Bagi burung pakit yang diternakan, diperlukan kandang yang luas dan diberikan rumah-rumahan untuk bertelur dan mengeram atau untuk berdua-duaan. Parkit termasuk burung yang suka romantis dan bermain cinta dengan (mesra seperti burung merpati).
Senin, 16 April 2012
Efek Negatif Burung Parkit

Saat ini, diperkirakan ada sekitar 31 ribu burung parkit liar yang tersebar di taman-taman di Inggris dan kawasan tenggara negeri itu. Dan dari ‘sensus’ parkit terakhir, diketahui bahwa jumlah populasi mereka meningkat rata-rata sebesar 23 persen per tahun.
Kini dari penelitian diketahui bahwa burung parkit itu memang mengintimidasi burung-burung lain yang lebih dulu hadir di taman. Sekelompok peneliti dari Imperial College London mendapatkan bukti bahwa parkit mencegah burung penyanyi lain untuk makan.
“Mengurangi populasi parkit kemungkinan akan membawa manfaat bagi para burung penyanyi,” kata Hannah Peck, salah satu peneliti seperti dikutip dari BBC. “Namun, dalam jangka panjang ada kemungkinan pula bahwa burung lain akan dapat beradaptasi terhadap parkit,” ucapnya.
Pada penelitian, Peck dan timnya mengamati perilaku makan para burung liar di 47 taman yang ada di sekitar Inggris. Mereka menempatkan parkit yang dikandangkan dan menempatkan wadah makanan di sebelahnya lalu merekam aktivitas makan burung-burung yang singgah.
Peneliti membandingkannya dengan saat parkit dikeluarkan dan membiarkan kandang itu kosong di sebelah wadah makanan.
“Dari pemantauan, terlihat burung-burung yang umumnya singgah untuk makan di sana menjadi enggan saat ada parkit di dekat wadah makanan kandang,” kata Peck.
Namun demikian, Peck menyebutkan, burung-burung yang terganggu merupakan burung berukuran kecil. “Sayangnya kami belum mendapatkan sampel dalam jumlah cukup besar untuk mengetahui spesies burung apa saja yang terganggu untuk dapat menyimpulkan data ini,” ucapnya.
Namun demikian, Peck menyebutkan, penelitian ini merupakan bukti-bukti awal bahwa kehadiran parkit menimbulkan dampak negatif bagi burung-burung setempat.
sumber : http://www.apakabardunia.info
Rabu, 28 Maret 2012
Memulai Perjodohan Love Bird
Pada saat mencapai usia 9 bulan, perhatikan gerak-gerik burung lovebird yang diumbar tersebut. Satu hal yang pasti burung akan mulai birahi dan terlihat gerakan-gerakan seperti saling bercumbu dan lovebird jantan biasanya mulai belajar kawin dengan cara menaiki punggung pasangannya. Pantau dan amati pasangan tersebut. Jika kejadian tersebut berlanjut sanpai beberapa hari, segera pisahkan pasangan itu dari kelompoknya, dan tempatkan dalam satu kandang. Gunakan kandang battery yang mudah dipindahkan. Jemur dan mandikan di pagi hari ( sesuaikan dengan keadaan cuaca ). Berikan waktu untuk penyesuaian bagi pasangan lovebird tersebut. Waktu yang dibutuhkan biasanya adalah sekitar 3 minggu sampai 6 minggu untuk memastikan bahwa pasangan tersebut sudah jodoh dan siap untuk ditangkar. PERHATIAN: Jangan masukkan kotak sarang ( Glodok ) terlalu dini ke dalam kandang penangkaran. Glodok yang terlalu cepat dimasukkan akan membuat pasangan itu sibuk dengan glodoknya, karena dianggap sebagai mainan. Akibatnya burung akan sibuk dengan kotak itu, sehingga dapat menghilangkan rasa birahi pasangan itu. A. Siap Ditangkarkan Pasangan lovebird yang sudah ada di kandang penangkaran, akan segera membuat sarang di kotak sarangnya. Usahakan didalam kotak tersebut sudah tersedia bahan serutan kayu setinggi 1 – 2 cm sebagai alas sarang. Lalu berikan kulit jagung muda atau potongan kayu yang diletakkan dalam kandang. Lovebird betina akan aktif sekali mengambil kulit jagung atau potongan kayu yang dirobek-robek dengan paruhnya lalu dibawa masuk ke dalam kotak sarangnya. Pejantan yang baik akan rajin menolong si betina. Disini dapat disimpulkan apakah nantinya si jantan akan bertindak sebagai bapak yang baik dan rajin meloloh pasangan dan anaknya. B. Ritual Kawin.
Usia yang terbaik untuk breeding/ternak Lovebird adalah yang berusia sekitar 1 tahun. Namun ada juga jika perawatan intensif usia 10 bulan sudah menunjukkan ciri-ciri mau bertelur pada si betina dan birahi mau kawin pada si jantan. Pasangan yang sudah dipisahkan, diamati gerak-geriknya. Kalau terlihat pasangan itu kawin dengan sempurna, dalam arti ritual kawin itu berjalan cukup lama, dan si jantan tidak jatuh dari punggung si betina, berarti pasangan tersebut sudah siap untuk melakukan reproduksi. Siapkan kandang penangkaran lengkap dengan kotak sarang didalamnya. Masukkan pasangan itu dan tunggulah pasangan itu sampai bertelur.
Pasangan lovebird yang mau kawin sangatlah menarik untuk diperhatikan. Gaya dan gerak-gerik ritual kawin lovebird sangat mengagumkan. Cobalah perhatikan sendiri. Sesuai dengan namanya “LOVEBIRD”. Love = cinta adalah julukan yang menempel pada burung ini. Bayangkan apalagi ritual kawin mereka.
Jalak bali

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku Sturnidae. Jalak Bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa.
Endemik Indonesia, Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat Pulau Bali. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.
Jalak Bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.
Karena penampilannya yang indah dan elok, jalak Bali menjadi salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah burung ini ditemukan sangat terbatas menyebabkan populasi burung ini cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini sampai terjadi, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran jalak Bali.
Penangkaran Love Bird

Hal yang harus dipersiapkan sebelum menangkarkan love bird adalah sebagai berikut :
A. Kandang Penangkaran.
Ukuran yang ideal adalah 50 x 50 x 50 cm, terbuat dari aluminium atau besi. Yang terpenting tidak mudah dirusak oleh lovebird. Ukuran lebih besar tentunya akan lebih baik. Burung lebih leluasa bergerak dan terbang. Namun adakalanya burung menjadi tidak fokus dan cenderung bermain. Maksimum untuk ukuran kandang penangkaran adalah 80 x 50 x 50 cm. Ukuran Kandang juga dapat disesuaikan dengan lahan tempat kita akan menangkarkan lovebird.
B. Kayu Tangkringan
Kayu tangkringan adalah bagian yang sering diabaikan oleh para peternak Lovebird. Kayu tangkringan yang tidak sesuai dan kurang baik, bisa mengakibatkan jantan tidak dapat membuahi dengan baik, karena betina kurang nyaman dengan tangkringannya.
Adakalanya kuku pada jari-jari kaki lovebird tidak lengkap, atau putus. Biasanya tidak akan tumbuh lagi, kekurangan ini haruslah dibantu dengan lekukan di kayu tangkringan agar tercengkeram dengan baik bagi si betina. Sebaliknya si jantan yang kukunya tidak sempurna, mengandalkan keseimbangan si betina tadi untuk proses perkawinan.
Kayu asem dengan diameter 2 – 2,5 cm adalah ukuran yang sangat ideal untuk Lovebird. Struktur kayu asem yang kasar dan tidak rata, justru membantu si betina untuk menggenggam lebih baik saat dikawini si jantan.
C. Perlengkapan tempat makan dan minum.
Tempat makan dan minum dapat diperoleh dengan mudah di pasar-pasar burung. Kebersihan tempat makan dan minum sangat penting bagi kesehatan lovebird. Ganti pakan dan bersihkan tempat minum setiap hari, dari lendir atau lumut yang menempel di tempat minum.
D. Kotak Sarang.
Sebuah kotak sarang harus memiliki beberapa syarat untuk berhasilnya penangkaran. Beberapa kondisi yang ideal untuk kotak sarang lovebird adalah:
1. Tidak terlalu kecil.
Idelanya kotak sarang berukuran 20 x 20 x 20 cm, ukuran boleh lebih
besar sedkiti, asal disesuaikan dengan ukuran kandang penangkaran.
2. Terdiri 2 tingkat.
Satu tingkat dengan sebuah lubang untuk keluar masuknya lovebird, dan
satu tingkat di bawah untuk sarang dan telur yang akan dierami lovebird.
3. Bersih dari zat kimia.
Jika kotak sarang terbuat dari triplek, sebaiknya direndam di air selama
lebih kurang 2 hari, dan dijemur hingga kering. Triplek mengandung zat
kimia yang bisa membuat telur terkontaminasi dan menjadi rusak. Selain itu
bau yang ditimbulkan juga dapat membuat Lovebird tidak kerasan berlama
lama didalam kotak sarang. Bila terbuat dari jenis papan, pastikan papan
tersebut bersih dan tidak mengandung zat berbahaya.
4. Ketebalan.
Tebal papan untuk kotak sarang sebaiknya berkisar antara 15 – 20 mm.
Papan yang tipis akan mudah dibolongi oleh lovebird,
5. Letak kotak sarang.
Dapat diletakkan di dalam kandang, jika berada diluar harus memperhatikan
faktor keamanan dari gangguan binatang seperti tikus.
E. Bahan Sarang.
Kebiasaan setiap penangkar berbeda-beda, tetapi intinya sama. Fungsi sarang adalah sebagai tempat dimana telur dierami. Yang harus kita ingat adalah bahwa telur Lovebird memerlukan tingkat kelembaban yang tinggi untuk dapat menetas (tingkat kelembaban harus diatas 60%). Selain bisa disiasati dengan membuat kolam air disekitar kandang untuk meningkatkan kelembaban, pemilihan bahan sarang yang tepat juga bisa ikut membantu meningkatkan kelembaban.
Serbuk gergaji.
Digunakan sebagai alas atau dasar kotak sarang, dengan ketebalan 1 – 2 cm. Sebuk gergaji memiliki kelebihan yaitu menjaga kestabilan suhu dalam kotak. Tidak terlalu panas di musim kemarau, dan tidak terlalu dingin di musim hujan. Menggunakan serbuk gergaji yang perlu diperhati-kan adalah kebersihannya. Tidak mengandung zat kimia yang berbahaya bagi telur dan burung. Bersihkan dengan merendamnya dalam air, lalu dijemur sampai kering. Kemudian masukkan ke dalam kotak sarang sebagai alasnya.
Kulit jagung
Kulit jagung mudah didapatkan, karena lovebird yang diberikan makanan jagung dapat sekaligus dimanfaatkan kulitnya untuk bahan sarang. Masukkan kulit jagung ke dalam kandang. Dengan sendirinya Lovebird akan mengambil kulit jagung tersbut dan akan dibawa ke dalam kotak sarangnya. Kulit jagung mengandung air, dan dapat menjaga kelembaban selama beberapa minggu di dalam kotak. Lovebird jenis Personata dan Fischeri adalah tipe burung yang rajin membuat sarang. Amati tingkah laku pasangan lovebird anda, mereka akan sibuk membawa kulit jagung kedalam kotak sarangnya.
Daun
Jenis daun yang bisa digunakan untuk bahan sarang adalah dari tumbuhan jenis palem. Pemberiannya sama seperti pembahasan “kulit jagung”.
Sabtu, 24 Maret 2012
Membedakan Parkit Jantan/Betina
Satu cara penunjang keberhasilan budidaya burung parkit adalah ketelitian didalam membedakan jenis kelamin burung parkit (sexing). Kebiasaan saling loloh atau saling bertukar makanan yang mirip percumbuan juga dilakukan parkit sesama jenis berkelamin jantan.
Jadi jangan dijadikan acuhan kalau ada sepasang burung parkit yang 'kelihatan mesra' dipastikan adalah sepasang kekasih. Nah disinilah perlu pengetahuan atau teknik membedakan jenis kelamin burung parkit secara sederhana.
Burung parkit jantan mempunyai ciri yang sangat jelas pada tonjolan hidungnya yang berwarna biru. Sedangkan sang betina cenderung berwarna putih semu. Yang jadi masalah adalah kalau burung parkit tersebut masih tergolong sangat muda atau masih anakan, kadang warna biru pada hidung tidak begitu jelas. Tanda kebiruan pada hidung parkit jantan terlihat jelas pada parkit dewasa. (lihat gambar parkit diatas: tampak jelas warna biru pada bagian hidungnya, lalu bandingkan dengan gambar warna hidung parkit di bawahnya)
translate
Categories
- about me (2)
- artikel umum (3)
- Biografi Tokoh (3)
- Bisnis Kita (2)
- Burung Berkicau (8)
- hewan peliharaan (3)
- lapak dagang (1)
- lirik lagu (5)
- puisi SD ku (5)
- seni dan keindahan (2)
- Tutorial Tekhnologi (1)


