Selasa, 07 Februari 2012

Belajar Di Jauh Dari Orang Tua


<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE

Masa-lah menuntut ilmu memang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW, akan tetapi orang tua sering menghalangi keinginan anaknya untuk sekolah di tempat jauh. Alasan yang sering terlontar dari lisan mereka adalah, “gimana nanti kalau mama-papa kengen.. sekolah dekat-dekat isini kan bisa.. ilmu yang diajarkan mereka sama juga se.. sekarang kan udah ada kurikulum.. blablabla...... ”, kalimat basi yang sangat menjengkelkan telinga. bagi anak-anak yang tidak punya pendirian dan hanya nurut apa kata orang tua pasti menjawab begini, “iya dah,terserah mama-papa”, sebuah kalimat pasrah dari sii-manja. Namun, lain halnya dengan anak yang pernah betah dirumah, ia akan menggunakan berbagai cara yang ia bisa untuk meyakinkan kedua orang tuanya. Mulai dari merayu sambil memuji, mogok makan, sampai-sampai yang paling parah adalah kabur dari rumah berhari-hari tidak pulang.

Hal pokok yang sering kita rasakan ketika kita bisa berada jauh dari orang tua adalah bebas melakukan hal apapun yang kita mau, apa lagi dimana tak seorangpun bisa mengatur diri kita. Namun, kondisi seperti ini sangat rawan bagi remaja yang masih belum punya prinsip. Mereka akan cenderung mengekspresikan dirinya tanpa batas kewajaran. Mulai dari ikutan tingkah laku teman, seperti merokok, gaya hidup nge-punk,minum-minum,sampe narkoba-pun ia coba. Bagi sebagian ABG, anak baru gede, yang sudah punya prinsip untuk mengendalikan dirinya sendiri, ia akan memilah-milah apa yang patut dan apa yang tidak patut. Dengan prinsip yang kuat seperti itulah,kita bisa tehindar dari segala macam hal buruk, insyaAllah.

Manfaat yang bisa diperoleh ketika kita bisa menuntut ilmu dengan keadaan jauh dari orang tua antara lain; punya banyak pengalaman, teman, belajar ilmu masyarakat, dan yang paling penting adalah pahala yang kita terima atas menjalankan hadis sekaligus sunah rasul, “tuntutlah ilmu smpai ke-negri cina”, insyaAllah.

Hal menyenangkan yang saya rasakan setelah berbulan-bulan tidak berada dirumah adalah ketika saya bisa pulang ke Tuban, kampung-halaman tercinta dimana saya terlahir dan dibesarkan, saat itu keadaan berbalik 180°. ayah saya yang notabene adalah keras, galak, disiplin, menjadi ramah. Saya hampir tidak bisa menahan haru, subhanallah.


Nb:

- kasih sayang seorang ayah-ibu lebih terasa ketika kita tidak sering bertemu.

- insyaAllah semua yang kita lakukan pasti ada hikmahnya.

0 komentar:

Posting Komentar

jangan lupa komen bos....

translate

followers

 

Blogger news

Blogroll

Wirausaha tanpa modal,malah dapat uang
Diberdayakan oleh Blogger.