Minggu, 11 Maret 2012

Makan Minum Sambil Berdiri


Kebiasaan makan dan minum sambil berdiri tentu sangat disayangkan bagi sebagian orang. Selain dianggap tidak sopan, makan dan minum sambil berdiri ternyata tidak memberikan manfaat sama sekali, bahkan tidak dapat dicerna dengan baik oleh tubuh, sehingga sistem pencernaan kita pun akan terganggu. Kebiasaan seperti ini jika sering dilakukan akan mengakibatkan resiko ketidakstabilan dalam pencernaan kita. Selain itu, minum sambil berdiri tidak akan menyegarkan tubuh kita secara optimal, air yang terserap akan cepat turun ke organ tubuh bagian bawah. Sehingga air tersebut tidak dapat tersebar ke seluruh organ tubuh yang lain karena tidak sempat terpompa oleh jantung. Padahal seperti yang kita ketahui, 80% lebih dari tubuh kita terdiri dari air, bukan?
Ditinjau dari pandangan agama islam,Rasulullah s.a.w melarang makan minum dilakukan secara berdiri.
Anas r.a. berkata, ” Nabi SAW. melarang orang minum sambil berdiri’’. Qotadah bertanya kepada Anas r.a., ”kalau makan bagaimana?”. Anas r.a. menjawab, “Kalau makan berdiri lebih busuk dan jahat (dari pada minum sambil berdiri)”. (HR. Muslim)
Abu Hurairah r.a. berkata, ‘’Rasulullah SAW. bersabda, ” jangan minum salah seorang dari kamu sambil berdiri, maka siapa yang kelupaan hendaknya menumpahkan apa yang telah diminumnya itu”. (HR. Muslim)
Secara medis dikatakan bahwa makan atau minum dengan berdiri itu akan menyebabkan benturan-benturan. Pukulan-pukulan ini akan sangat berbahaya bagi lambung, sehingga dindingnya akan pecah, rusak atau bahkan menjadi luka. Dalam tubuh manusia terdapat penyaring yang disebut sfringer. Saringan ini bisa terbuka ketika kita duduk dan menutup ketika kita sedang berdiri. Jika kita minum sambil berdiri,air yang masuk tidak akan tersaring,karena sfringer tertutup. Jika air yang tidak disaring itu masuk ke kantong kemih, dapat menyebabkan penyakit kristal ginjal.
Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata, “Minum dan makan sambil duduk itu lebih sehat, lebih selamat, dan lebih sopan, karena apa yang diminum atau dimakan oleh seseorang akan berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lembut. Adapun minum sambil berdiri, maka ia akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dasar usus, menabraknya dengan keras, jika hal ini terjadi berulang-ulang dalam waktu lama maka akan menyebabkan melar dan jatuhnya usus, yang kemudian menyebabkan disfungsi pencernaan.
Dr. Brahim Ar-Rawi mengatakan bahwa,tubuh manusia pada saat berdiri adalah dalam keadaan tegang, organ keseimbangan dan saraf sedang bekerja keras untuk mampu mempertahankan semua otot pada tubuhnya dan bisa berdiri dengan kuat. Apabila manusia tidak bisa menemukan kondisi tenang dan rileks, maka semua proses yang terjadi di dalam tubuh tidak akan berjalan lancar. Ketenangan ini bisa dihasilkan pada saat duduk, dimana syaraf berada dalam keadaan tenang dan tidak tegang, sehingga sistem pencernaan dalam keadaan siap untuk menerima makanan dan minum dengan cara cepat.
Jelaslah sekarang bahwa makan dan minum sambil berdiri tidak sedikitpun ada manfaatnya bagi tubuh, baik dari segi agama maupun medis. Bukankah yang cocok makan-minum sambil berdiri hanyalah binatang?

0 komentar:

Posting Komentar

jangan lupa komen bos....

translate

followers

 

Blogger news

Blogroll

Wirausaha tanpa modal,malah dapat uang
Diberdayakan oleh Blogger.